Horas and konnichiwa untuk semua


Integritas seorang pemimpin negara
February 22, 2009, 6:29 pm
Filed under: id/General

Saya lagi lihat “The Candidate”, acara mencari pemimpin masa depan di MetroTV, karena kebetulan ada rekan dari IMAB (Ikatan Mahasiswa Advent Indonesia) yang menjadi salah seorang dari 14 finalis.

http://www.metrotvnews.com/thecandidate/topics.php?id=2364&idp=178

Salah seorang finalis menyebutkan “integritas” sebagai karakter yang dia miliki untuk menjadi pemimpin. Dia sebutkan bahwa integritas adalah perbuatan yang sejalan dengan perkataan. Ini hal yang menarik untuk dipikirkan. Seorang pemimpin negara demokratis tidak bisa menjadi pemimpin tanpa kemampuan berbicara yang tinggi ke rekan politikus dan ke publik. Ini karena pemimpin tersebut untuk bisa dipilih sebagai pemimpin harus bisa menggalang dukungan terhadap dirinya dari sesama politikus, dan juga dari publik. Publik di negara demokratis sangat “demanding”, yaitu sangat tinggi tuntutannya. Seorang calon pemimpin yang omongan yang biasa-biasa saja akan sangat sulit untuk terpilih. Saya rasa itu sebabnya saya rasa agak “naive” jika kita mengharapkan pemimpin kita punya integritas, sebab seperti kata pepatah, “it’s easier said than done”, lebih mudah mengucapkan nya daripada melakukannya. Calon pemimpin yang terpilih adalah yang paling pintar ngomong, tapi semakin pintar ngomong semakin sulit melakukan sesuai dengan apa yang dibicarakan.



Hall of lame: Vodafone, Nokia, Blackberry, iPhone
December 8, 2008, 9:07 am
Filed under: id/General

Jagoan kelas dunia untuk industri mobile phone adalah losers di Jepang: Vodafone, Nokia, Blackberry, iPhone.

Vodafone adalah perusahaan penyelenggara jasa selular terbesar di dunia berdasarkan revenue. Vodafone memulai operasi di Jepang dengan membeli J-Phone tahun 2003, dan menjual operasinya tersebut ke Softbank tahun 2006 karena gagal dalam penetrasi market Jepang.

Nokia memegang share handset terbesar di dunia, beroperasi di Jepang sejak 1989, tapi hingga kini hanya punya 4 shop di Jepang, dan market share Nokia di Jepang dibawah 1%. Handset Nokia yang laku keras dan merajai pasaran di dunia cenderung tidak diminati di Jepang.

Jika bukan karena demand dari eksekutif asing yang berada di Jepang, sepertinya Blackberry tidak akan pernah dijual di Jepang. Tahun 2006 Blackberry mulai dijual oleh DoCoMo dengan target para eksekutif ini. Ini jelas terlihat dari handset yang tidak mendukung penulisan huruf Jepang. Feature yang menjadi daya tarik utama Blackberry adalah push mail, tapi sayang sebab hampir tidak ada handset di Jepang yang tidak bisa push mail, jadi demand terhadap Blackberry sangat rendah.

iPhone diperkirakan oleh analist Credit Suisse akan terjual 1 juta di unit selama tahun 2008 ini di Jepang saat launch bulan Juli tahun ini, tapi hingga bulan September diperkirakan hanya terjual 200 ribu unit (jumlah pasti tidak diketahui sebab dirahasiakan oleh Apple dan Softbank Mobile), dan diperkirakan hanya akan laku 500 ribu unit tahun ini. Sewaktu dimulai penjualan iPhone di Jepang pada bulan Juli lalu memang terlihat antrian pembeli dan terjadi kekurangan stock, tapi sekarang stock ada dimana-mana. Para analist memperkirakan demand tinggal sepertiga dari saat iPhone diluncurkan di Jepang bulan Juli lalu.

Semuanya saat ini berstatus (masih) gagal di market selular Jepang. Kemungkinan penyebab utama adalah sama, yaitu kelihatannya para perusahaan luar negeri ini berpikir kesuksesannya di dunia bisa diulangi dengan mudah di Jepang. Kenyataannya pasar seluler Jepang sangat kompetitif. Apa yang mempunyai daya tarik di luar negeri Jepang, seringkali hanya biasa-biasa saja di dalam negeri Jepang. Misalnya, Blackberry dengan push mailnya sangat tinggi daya tariknya di luar negeri Jepang, tapi di Jepang sejak tahun 90-an banyak handset sudah memiliki push mail, dan sekarang bisa dikatakan tidak ada handset yang tidak punya feature push mail. Demikian juga iPhone, mungkin di Amerika daya tarik “internet machine” seperti iPhone sangat tinggi, karena Amerika relatif terbelakang dalam akses internet via handphone, tapi di Jepang sejak DoCoMo i-mode muncul tahun 1999, mobile internet via handphone adalah hal yang biasa.

Para pemain luar negeri Jepang juga sering tidak merasa penyesuaian feature dengan market Jepang penting, sehingga barang atau jasa dibawa apa adanya dari luar negeri. Untuk PC mungkin ini tidak menjadi masalah, sehingga misalnya Jepang menjadi pasar nomor dua terbesar setelah Amerika Utara untuk Apple Mac, dengan produk yang hampir persis sama dengan yang dijual di Amerika Utara. Tapi situasinya berbeda dengan pasar seluler. iPhone, Nokia, dan Blackberry misalnya tidak mempunyai banyak feature standar yang digemari orang Jepang, seperti emoji dan 1seg. Posisi keypad, on-off switch dan layout screen pun sangat berbeda dengan handset Jepang lainnya. Kebanyakan pembeli iPhone di Jepang disebutkan memiliki handset lain dan menjadikan iPhone handset kedua, artinya feature yang paling diperlukan dari iPhone bukanlah feature telephonynya.

Vodafone menyerah dan keluar dari Jepang, tapi Nokia dan iPhone masih berusaha. Bulan lalu diberitakan bahwa Nokia akan menggunakan fasilitas MVNO untuk memulai layanan selularnya sendiri di Jepang. Karena desakan Softbank (operator iPhone di Jepang), firmware terbaru iPhone sudah mendukung emoji, dan unit tambahan dari Softbank memungkinkan iPhone menerima siaran 1seg via WiFi. Blackberry baru mulai, dan memang sepertinya belum mentargetkan pasaran umum, mungkin karena feature yang ditawarkan terlalu jamak dan tidak ada operator yang mau.

UPDATE: Ternyata Nokia Japan telah mengeluarkan pernyataan menghentikan semua aktifitas sales ponsel di Jepang kecuali ponsel luxury. Jadi Nokia telah menyerah.



“Blogger itu belum tentu orang Batak”
November 27, 2008, 1:40 pm
Filed under: id/General

Biasanya saya malas mengomentari isu2 SARA. Tapi gatel juga ingin mengomentari yg ini hehe.

Asyik juga ini kalo dijadikan tagline, seakan-akan 99% blogger itu adalah orang Batak, hehe
Tapi tentu ini bukan kalimat berdiri sendiri. Ini sebenarnya kutipan ucapan seorang pakar dari Indonesia yang anda sudah tahu, mengomentari kasus blogger lapotuak yang menghina Islam. Begini lengkapnya:

Blogger itu belum tentu orang Batak. Orang itu bisa siapa saja, yang jelas punya motif yang tidak baik dan ingin mengadu domba antar umat beragama serta mendiskreditkan etnis Batak,”

Lho, kalo blogger itu orang Batak, so what? Saya cukup yakin blogger itu orang Batak, but really, so what?

Batak adalah salah suku yang sangat pluralistik, dan mempunyai azas “dalihan na tolu” yang, kalo bisa saya katakan dgn agak ekstrim, meletakkan persaudaraan di atas agama. Agama tradisional Batak adalah Parmalim, yang ada jauh sebelum Islam/Kristen masuk. Pemeluk agama Kristen banyak di Utara, dan pemeluk agama Islam banyak di Selatan. Diri sendiri bisa Kristen, tapi kakek Islam, paman Parmalim dan seabagainya, tapi tetap bersaudara.

Kalaupun benar si lapotuak itu orang Batak, tentu dia tidak mewakili Batak sedikitpun.

Manusia sering takabur, berpikir dia sangat pintar, sehingga mengetahui dengan mutlak kebenaran Ilahi. Kebanaran ilahi itu mutlak, tapi pengertian manusia akan kebenaran yang mutlak itu tidak mutlak, karena manusia bukanlah Tuhan sehingga tidak sempurna.



Throwing the baby out with the bath water
November 19, 2008, 10:34 pm
Filed under: id/General

Di dunia blog nasional rupanya lagi rame kasus kartun yang menghina agama. Jangan-jangan WordPress bakal diblok, “throwing the baby out with the bath water”. Karena saya host blog di WordPress, buru2 mirror ke Blogspot. Baru tau bahwa hampir gak ada jalan untuk mengimpor blog dari WordPress ke Blogspot, padahal sebaliknya mudah sekali, bahkan fasilitasnya disediakan oleh WordPress. Setelah cari2, ketemu satu ini aja:

Blogsync

Rupanya banyak yang berhenti make Blogspot dan pindah ke WordPress, tapi tidak sebaliknya.



Indonesia makin bodoh
April 6, 2008, 8:53 pm
Filed under: id/General

Ini dari milis:

Para Pelanggan Yth.

Sehubungan dengan Surat Menteri Kominfo Nomor: 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal
2 April 2008 Perihal: Pemblokiran Situs dan Blog Yang Memuat Film Fitna,
maka situs berikut ini untuk sementara kami tutup sampai pemberitahuan
lebih lanjut :

1. Youtube
2. MySpace
3. Metacafe
4. Multiply
5. Rapid-share

Jika ini benar, menyedihkan sekali. Harap2 Indonesia makin pintar dengan usaha2 meningkatkan bandwidth serta jenis akses last on mile, eh malah makin bodoh. Apakah YouTube, misalnya, situs porno? situs komunis? situs anti agama tertentu? Jika iya, silahkan dilarang, tapi tidak kan? Hanya karena ada konten yang tidak cocok mengapa seluruh site diblok? Ini saja merupakan tindakan bodoh, tapi kondisi akan menjadi lebih parah jika ini dibiarkan, sebab pemerintah akan bebas memblok situs2 yang dia rasa tidak cocok, sama seperti Soeharto menutup Tempo dan media masa lainnya dijaman orde baru.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.