Horas and konnichiwa untuk semua


Kalo ini disebut pakar, yang disebut awam seperti apa??
January 7, 2007, 10:56 am
Filed under: id/General

Baca kutipan dari Jawa Pos dibawah ini (terutama bagian yang berhuruf tebal). Sdr. Roy sang pakar ini perlu belajar dulu dari buku2 teori dasar telematika sebelum komentar di media masa. Tidak perlu saya ulangi lagi penjelasan yang sudah ditulis oleh misalnya Priyadi. Sangat diragukan sang pakar ini tahu konsep dari DNS di internet. Sayangnya, ini juga menunjukkan kebodohan masyarakat Indonesia yang sampai sekarang masih menerima orang seperti ini disebut pakar.

Pakar telematika Roy Suryo menjelaskan, jaringan internet sejak dibangun pada 1999 memiliki bentuk menyerupai jaring laba-laba dengan garis tipis dan tebal. “Jaringan tebal dan besar itulah (backbone, Red) yang terkena gempa di Taiwan,” katanya. Akibatnya, rute dari Indonesia ke mancanegara terganggu.

Karena jaringan terbuat dari fiber optic dan berada di kedalaman laut, memperbaikinya tentu tidak mudah. “Saya tidak bisa memperkirakan, tapi bisa jadi minimal akan memakan waktu lima bulan,” ujarnya. Sebab, jaringan kabel laut itu sudah robek akibat gempa dan tsunami di Taiwan. Padahal, jaringan tersebut melingkupi kawasan Asia.

Menurut dia, alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan back up satelit dengan meningkatkan kapasitas rute. “Tapi, dampaknya, orang berinternet akan membayar lebih mahal,” jelasnya.

Alternatif lain adalah membuat sambungan jaringan bawah laut baru melalui Hongkong, Amerika Serikat, atau Australia. “Ini juga rentan terjadi peristiwa serupa,” tambahnya. Apalagi, pemindahan sambungan via satelit -baik ke Hongkong maupun Singapura- juga tidak mudah karena melalui fiber optic yang berada di pusat gempa.

Roy berpendapat, peristiwa yang menghebohkan dunia maya itu bisa menjadi pelajaran berharga agar kita tidak terlalu bergantung pada pihak luar dalam hal infrastruktur. “Kita sudah terbiasa dengan gratisan, ya begini risikonya,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, seharusnya server nasional bisa terlecut untuk memberdayakan diri. “Terbukti kan yang pakai server nasional (.id, Red) seperti saya, komunikasi internet tidak terganggu,” katanya.