Filed under: id/General
ITB membuka lowongan rektor, karena rektor yang sekarang, KK, jadi mentri di kabinet SBY-JK. Hanya ada tiga syarat untuk mencalonkan diri:
1. warga negara Indonesia
2. telah lulus pendidikan doktor
3. sehat jasmani dan rohani
Syarat nomor dua menggelitik saya. Apa gerangan alasannya calon harus lulus pendidikan doktor? Memang ada alasan2 teknis yang mungkin, tapi bagi saya ini terlihat lebih sebagai gambaran feodalisme modern di Indonesia. Gelar akademis saat ini mengganti fungsi gelar kebangsawanan di jaman dulu. Ini yang saya sebut feodalisme modern. Banyak orang di Indonesia tidak sungkan-sungkan disegala kesempatan menempel segala gelar akademis yang pernah dia dapat. Ada dua hal yang tidak wajar, pertama “disegala kesempatan”, kedua “segala gelar akademis yang pernah dia dapat”.
1. Ketidakwajaran sehubungan dengan “disegala kesempatan”
Gelar akademis seharusnya hanya relevan di kesempatan akademis, misalnya di paper2 ilmiah dan di forum2 ilmiah. Para “feudal lords” ini menempel gelarnya dikesempatan apa saja yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan akademis. Gelar2 itu menunjukkan status sosialnya. Melihat nama2 para “feudal lords” ini yang ditempeli “Dr. Ir. ” “SH, MBA” dsb orang-orang jadi gentar dan kagum.
2. Ketidakwajaran sehubungan dengan “segala gelar akademis”
Gelar akademis yang ditempel di nama biasanya hanya gelar terakhir/tertinggi, tapi banyak “feudal lords” di Indonesia yang suka menempel semua gelar yang dia punya. Misalnya “Dr. Ir. Si Anu, M.Sc”. Waduh ngeri euy, bisa kabur kecoa2 ngeliat deretan gelar ini. Semakin banyak gelar akademis yang menempel semakin tinggi status pemakainya di negara feodal ini.
Kembali ke pembukaan lowongan rektor ITB, kesannya untuk membawahi para “bangsawan” akademis ini rektor harus punya status yang sama atau lebih dari mereka. Jadi harus punya gelar doktor.Sebagai institusi di negara feodal tidaklah mungkin seorang yang “derajat” nya lebih rendah membawahi para elit sosial… Sinisnya begitu. Sekarang coba pikir logisnya, jika bukan karena masalah status, kenapa syarat untuk menjadi rektor harus lulus pendidikan doktor? Kualitas apa yang diperlukan untuk memimpin lembaga akademis yang independen (artinya yang harus mencari dana sendiri untuk hidup)? Apakah predikat doktor yang diperlukan? Sebenarnya tidak. Untuk memimpin lembaga seperti itu yang diperlukan ialah orang yang memiliki pengertian akan dunia akademis dan memiliki kemampuan manajement yang brilian. Apakah ini hanya dimiliki oleh seorang bergelar doktor? Tidak. Bahkan lebih cenderung seorang bergelar doktor sejati lebih tidak berkualitas di bidang ini, karena sehari-hari nya sibuk di riset. Kecuali mungkin doktor-doktor Indonesia yang puncak riset nya waktu mendapatkan gelar doktor …


